Literasi Digital Karang Taruna Generasi Remaja (GEMA): Edukasi Pemanfaatan AI dan Strategi Prompting dalam Pembuatan Website

0
184

Tangerang Selatan, 19 Oktober 2025 – Perkembangan teknologi digital saat ini berjalan sangat cepat dan tidak lagi hanya terbatas pada penggunaan media sosial. Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini telah menjadi bagian penting dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, pemahaman dan kemampuan untuk memanfaatkan teknologi ini belum tersebar merata, terutama di tingkat komunitas atau masyarakat umum. Banyak kelompok pemuda yang sebenarnya memiliki semangat berinovasi, tetapi belum memiliki keterampilan untuk mengoptimalkan teknologi digital dalam kegiatan mereka.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Magister Teknik Informatika Universitas Pamulang berinisiatif melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada peningkatan literasi digital dan pengenalan dasar kecerdasan buatan. Kegiatan ini dilakukan di lingkungan Karang Taruna Gg. Kembang Rt.01/Rw04, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, yang menjadi salah satu wadah bagi para pemuda di wilayah tersebut.

Karang Taruna Generasi Remaja (GEMA) memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak perubahan sosial di lingkungannya. Namun, mereka masih menghadapi kendala dalam mengelola informasi dan mendokumentasikan kegiatan secara digital. Karena itu, kegiatan PKM ini dirancang untuk memberikan pelatihan praktis tentang pemanfaatan AI dan strategi prompting, serta cara membuat website organisasi sederhana menggunakan platform no-code. Dengan demikian, para peserta dapat memiliki kemampuan baru yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Tujuan Kegiatan

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan oleh Kelompok Mahasiswa Magister Teknik Informatika Universitas Pamulang, yang terdiri dari:
Apsah¹, Asep Saepul Anwar², Gunawan Saputra³, Muhammad Akbar⁴, Muh. Armil Syam⁵, Nurhayati⁶, Resha Hartaman Yudiatama⁷, dan Tita Aprilia⁸.
Kegiatan ini dibimbing oleh Dr. Sudarno Wiharjo, D.E.A dan Dr. Ir. Mardiyanto, M.Sc selaku dosen pembimbing. Serta didampingi oleh Dr. Sajarwo Anggai, S.ST., M.T. selaku Kaprodi Teknik Informatika S2.

PKM ini berfokus pada peningkatan literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi pemuda Karang Taruna Generasi Remaja (GEMA) yang berlokasi di Gg. Kembang RT.01/RW.04, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan literasi digital anggota Karang Taruna GEMA, khususnya dalam memahami perkembangan teknologi terkini seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
  2. Memberikan pemahaman praktis tentang konsep dasar AI serta cara penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan kegiatan organisasi sosial.
  3. Melatih kemampuan peserta dalam menyusun dan menggunakan strategi prompting, yaitu keterampilan memberikan instruksi yang efektif kepada sistem AI agar menghasilkan keluaran yang relevan dan bermanfaat.
  4. Membimbing peserta dalam membuat website organisasi sederhana menggunakan platform no-code sebgai bentuk penerapan langsung dari hasil pelatihan.
  5. Mendorong kemandirian digital dan semangat inovasi di kalangan pemuda, agar mereka mampu mengelola informasi, mempublikasikan kegiatan, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung keberlanjutan organisasi.

Secara keseluruhan, kegiatan ini bertujuan untuk membekali anggota Karang Taruna GEMA dengan pengetahuan dan keterampilan teknologi yang aplikatif, sehingga mereka dapat menjadi pelopor literasi digital dan penggerak inovasi di lingkungan masyarakat sekitar.

Pembahasan

Mengenal AI: Dari Anggapan Rumit ke Manfaat Nyata

 

Pelatihan yang diselenggarakan di Gedung Diklat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan ini diawali dengan diskusi ringan untuk mengenal konsep dasar AI. Banyak peserta yang sebelumnya menganggap AI hanya bisa digunakan oleh orang yang kemampuan teknologi tinggi. Namun, melalui contoh dan penjelasan yang sederhana, peserta mulai memahami bahwa AI dapat digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Contohnya, AI bisa membantu menulis draf proposal kegiatan 17 Agustus, membuat ide konten media sosial untuk promosi kegiatan, hingga membantu menyusun program kerja organisasi. Pendekatan ini membuat peserta lebih mudah memahami bahwa AI bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan alat bantu yang dapat mempermudah pekerjaan mereka.

Strategi Prompting: Kunci Mengoptimalkan AI

Bagian penting dari pelatihan ini adalah pemahaman tentang strategi prompting. Peserta dikenalkan pada cara memberikan instruksi yang jelas dan efektif kepada AI agar hasil yang diberikan sesuai dengan kebutuhan. Mereka belajar bahwa hasil keluaran AI akan sangat bergantung pada seberapa baik instruksi atau prompt yang diberikan.

Tim PKM memberikan contoh perbedaan antara prompt yang kurang tepat dan yang efektif:

  • Prompt kurang baik: “Buatkan artikel tentang Karang Taruna.”

  • Prompt baik: “Tulis artikel tiga paragraf tentang kegiatan Karang Taruna GEMA di Buaran, Serpong, dengan menonjolkan semangat gotong royong dan dampak sosial bagi pemuda setempat.”

Melalui latihan ini, peserta mulai memahami bahwa semakin spesifik dan kontekstual perintah yang diberikan, semakin relevan pula hasil yang dihasilkan oleh AI. Latihan ini juga membantu mereka lebih percaya diri untuk menggunakan teknologi tersebut secara mandiri.

Proyek Mini: Membuat Website Organisasi Tanpa Koding

Untuk memperkuat pemahaman, peserta kemudian mengikuti sesi praktik pembuatan website organisasi menggunakan platform no-code, seperti Google Sites atau Wix. Setiap peserta diajak membuat website sederhana yang berisi halaman “Tentang Kami”, “Visi & Misi”, serta “Program Kerja”.

Mereka menggunakan AI untuk membantu menulis isi website dengan strategi prompting yang telah dipelajari. Hasilnya kemudian dimasukkan langsung ke dalam tampilan website yang mereka rancang sendiri. Kegiatan ini membuktikan bahwa pembuatan website kini tidak lagi membutuhkan keahlian koding atau proses yang rumit, melainkan dapat dilakukan secara cepat dengan dukungan teknologi yang tepat.

Hasil dan Penutup

Pelaksanaan PKM ini berjalan dengan sangat baik dan mendapat antusiasme tinggi dari anggota Karang Taruna GEMA. Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif berdiskusi dan menunjukkan semangat untuk belajar hal baru. Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu memahami dasar-dasar AI, menggunakan prompt secara efektif, dan membuat website organisasi sederhana yang dapat digunakan untuk memperkenalkan kegiatan mereka.

Dampak positif dari kegiatan ini terlihat jelas. Peserta yang awalnya belum mengenal AI kini mampu memanfaatkannya untuk kebutuhan organisasi. Selain itu, mereka juga mulai memahami pentingnya transformasi digital dalam memperluas jangkauan kegiatan sosial.

Kegiatan PKM ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Karang Taruna GEMA untuk terus berinovasi menggunakan teknologi digital. Dengan bekal literasi digital, pemahaman AI, dan kemampuan membuat website, para pemuda GEMA kini memiliki dasar yang kuat untuk membawa organisasinya menuju era digital yang lebih kreatif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.